Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR-PMI)
Universitas Muhammadiyah Malang
Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR-PMI)
Universitas Muhammadiyah Malang

Follow Up Relawan

Author : Administrator | Sabtu, 20 Mei 2017 16:08 WIB

 

Pendidikan SAR Air (Search And Rescue Water) dilangsungkan di Kabupaten Malang oleh panitia KSR-PMI UMM di pinggir pantai Ngudel Jawa Timur Sabtu dan Minggu (25-26/3/2017).

 

Ilmu yang sangat bergantung pada fasilitas jika ingin mempelajarinya. Dengan kata lain ilmu yang benar-benar langka untuk di adakan pelatihan. Proses kegiatan lancar dilangsungkan sudah merupakan kegiatan tahunan untuk di sebarluaskan khususnya ilmu SAR Air. Selama kegiatan berlangsung tidak ada korban ataupun keluhan dari peserta SAR Air. Perencana dari pelatihan ini diadakan oleh bidang kepengurusan Kesra (kesejahteraan Anggota) dan dipertanggungjawabkan oleh Ketua Umum KSR-PMI UMM yang berinisial TUJ asal Aceh Indonesia Barat.

 

Dari peserta sangat menikmati pelatihan ini mulai dari berangkat yang bersama-sama menggunakan transportasi darat Truck pengangkut barang. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 3.30 jam. Namun ada pula beberapa peserta yang menyusul menggunakan sepeda motor dikarenakan masih memiliki urusan yang lain. Dalam perjalan truck sempat berhenti beberapa kali namun bukan menajadi masalah.  Terakhir kali truck berhenti dengan alasan menunggu peserta yang menyusul dari belakang namun peserta tersebut tidak kunjung datang setelah ditunggu beberapa menit. Teryata ban sepeda motor yang menyusul mengalami masalah atas kepribadian ban tersebut.

 

Biaya masuk dan menginap pantai ngudel memakan biaya murah dengan jumlah Rp. 15.000 per orang. Fasilitas dan alam yang bersih sangat menunjang proses kegiatan dan penyemangat jiwa mahasiswa yang selalu disibukkan dengan berbagai tugas calon sarjana mereka. Wajah ceria dan semangat membangun tenda mulai di start sejak tiba di pantai tersebut. Warga pantai menyambut dengan ramah atas sikap dan perilaku mahasiswa yang datang dengan sopan.

 

Untuk mendirikan tenda memakan waktu sebentar kurang lebih 45 menit. Pada saat malam tiba terjadi badai besar dan hujan lebat melanda aktifitas mereka. Mengakibatkan peserta laki-laki untuk segera turun menjaga tenda mereka agar tetap utuh berdiri hingga kegiatan berakhir. Peserta perempuan memilih bergerak untuk memasak-masakan sebagai santapan malam. Perlawanan mereka terhadap badai pada saat memasak dan menahan tenda dengan berbagai cara sangat sulit dilakukan hingga mereka kebasahan kuyup yang mengguyur seluruh tubuh mereka. Namun semangat inilah semangat tanpa dikenal karena malam begitu gelap  gulita dan bulan tidak menerangi perjuangan mereka.

 

Beberapa anak-anak perempuan menjaga dirinya di  dalam tenda dari terjangan badai yang menghempas dinding-dinding tenda yang berterbangan. Tanah yang basah dan air hujan yang memasuki tenda-tenda mereka menjadi sangat sulit untuk beristirahat dengan tenang. Kreatifitas memang harus selalu di kembangkan dimanapun kita berada. Bermain Uno menjadi penghibur mereka di dalam tenda yang ketakutan dengan badai besar pantai Ngudel.

 

Tepat jam 21.00 Wib keatas badai dan hujan akhirnya berhenti. Beberapa saat kemudian peserta dari kloter kedua akhirnya datang membantu dan menggantikan pekerjaan kloter satu. Semua peserta mendapatkan waktu istirahat yang nyeyak hingga pagi tiba menyapa kegiatan mereka. Namun gerimis turun dan menghunjani area pantai Ngudel, tetapi mereka tetap beraktifitas seperti membersihkan diri dan berfoto-foto dengan nuansa alam pantai ngudel. Kegiatan mulai dilangsungkan lagi tepat pada jam 08.00 Wib dengan cuaca yang cerah. Sebelum beberapa saat kegiatan dilangsungkan mereka bersama-sama sarapan dengan makanan sehat porsi relawan yang tangguh dan sadar diri atas cara keprofesionalan mereka masing-masing.

 

Fasilitas yang mendukung pelatihan SAR Air terdapat pelampung Rompi dan tali jiwa putih yang panjang. Materi mereka di awali dengan pelatihan SAR Darat terlebih dahulu dan kemudian SAR Air. Pengisi materi SAR Darat dan SAR Air diterangkan oleh panitia dari KSR-PMI UMM. Pemateri SAR Air dengan berinisial AA menjelaskan tentang bagaimana cara menjalankan sampan berjalan kedepan dengan menggunakan dayung dan cara memutar sampan.

 

Praktek yang ditunggu-tunggu menjadi sangat viral atas semangat yang membara. Cara pertolongan terhadap orang yang tenggelam akhirnya di praktekkan di air. Secara bergantian menggunakan fasilitas semuanya peserta dengan baik mendapat bagian. Kemudian segera peserta turun ke pinggir pantai untuk berenang menggunkan pelampung dan mengikatkan tubuh mereka dengan tali jiwa yang panjang agar mereka tidak terbawa ombak ketengah laut. Dengan fokus yang tinggi menjadi tugas terberat bagi penjaga pantai Ngudel yang mengawasi sekian banyak orang berwisata di pantai tersebut. Karena pada saat itu banyak orang luar yang berkemah dipantai ngudel dan tidak hanya dari KSR-PMI UMM. 

Oleh:  Jhuanda Fratama Kharismunandar / NIA. B.17021-HK

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image